Harga kursi jati adalah 275 juta rupiah

Akan ada pameran furniture jati minimalis dan Mozaik Indonesia di JCC, Senayan, Jakarta Selatan akhir pekan ini. Berbagai furnitur terpapar di acara ini.

Artura Insanindo juga memamerkan kerajinan tangannya di pameran Indonesia dan Mosaic Indonesia Funiture.

Bangku ini disajikan oleh konsultan furnitur dan produsen furnitur di Jakarta dan terbuat dari kayu jati asli, tanpa bahan tambahan atau campuran. Potongan-potongan furnitur ini dijual seharga 275 juta rupee dengan patung serat oleh pematung terkenal Indonesia Dolorosa Sinaga.

“Kami sering bekerja dengan seniman, kali ini dengan Dolorosa, yang sebelumnya bekerja dengan pelukis Hanafi dan pematung lainnya.” ujar Shelda Alni, Artura Marketing Insanindo Communication di detikFinance, Sabtu (12/12/2016).

“Kayunya adalah kayu jati alami, belum melakukan apa-apa, karena bentuknya seperti kayu jati yang asli, sebagian besar hanya dengan potongan kaki yang ringan, sehingga dekorasinya kokoh dan dapat mengangkut beban,” jelasnya.

Bank Jati Akarsaka adalah produk terakhir dari Araura. Akarsaka sendiri berasal dari bahasa Sansekerta, yang berarti cantik, elegan dan menarik. Perancang ingin mengkomunikasikan makna dan identitas dengan Akarsaka.

Shelda menambahkan bahwa Bank Akarsaka adalah perabot paling mahal yang pernah dipamerkan di Jakarta.

Artura didirikan pada tahun 1992 dan mendistribusikan produk furnitur tidak hanya di kayu, tetapi juga di fiberglass, rotan, dan stainless steel. Salah satu kerajinan tangan Artura yang paling unik adalah kursi tinggi besar yang terbuat dari stainless steel murni.

“Keunikannya adalah kursi itu beratnya 80 kg, sandarannya juga sangat tinggi, benar-benar mencegah pembersihan dari stainless steel dan tidak ada hiasan lain dan bentuknya sendiri juga sangat aneh. Dijual seharga Rp 25 juta,” katanya .

Kursi stainless steel adalah permintaan pesanan dari luar negeri, Singapura.

“Sebenarnya, Artura adalah konsultan desain interior, tetapi kami sering menanggapi permintaan furnitur unik dari luar, dan saat ini mengekspor lebih banyak ke Singapura dan Malaysia,” kata Shelda.

“Faktanya, kami mengutamakan tujuan komersial seperti kafe, villa, hotel, kantor dan tempat tinggal di Jakarta, Bandung, Bali, Manado, dan bahkan Ambon Ambon, yang juga meminta kami untuk mengembangkannya,” katanya. dia menjelaskan.

Shelda menambahkan bahwa jati Akarsaka bersumber dari bengkel mebel kayu di Bali, tetapi jati itu sebenarnya berasal dari Jawa Timur.

Sebagian besar kayu berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Biasanya, kayu tersebut berasal dari pemasok kayu dari wilayah tersebut.

“Sejauh ini kami belum pernah melihat kekurangan kayu di Indonesia dan kami ingin bertanya jenis kayu apa yang ada,” tambahnya.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *